“Seorang mak, takkan cakap walaupun dia sedih…”
I have hard this sentence numerous times in my 22 years of life. And last week, i heard it coming from my own mother. Desensitization is definitely not the case. Kalau dah dengar sejuta kali pun, i would still make me feel sad and tersentuh..
Actually we were talking about what if a son get married without telling the parents. My bro will insyaAllah study abroad, so we kind of discussed what if after 6 years of studying, he returns home with a WIFE! Because a son doesn’t need the father to be wali right?
Seorang ummu, selalu menyimpan rasa.. so macamana nak tahu whether we have done anything wrong to them? And eveytime i hear that sentence, i will wonder for the umpteenth time, ummi pernah tak terasa hati with my perbuatan, perkataan or anything.. And for the umpteenth time, i would feel sad and regretful..
And everytime i am reminded of this, i can’t wait to go back home. konon konon boleh hapuskan dosa la if try wat baik dgn parents =) KAsih seorang ibu selalu membuatkan kita rindu utk pulang ke pangkuannya..
macam 2 nasyeeds that i EXTREMELY LOVE
permata ayah bonda-
Mewangi kuntuman bahagia
Di halaman ayah serta bonda
Menatang selaut cahaya
Melerai resah dan gundah di jiwa
Segunung impian dicita
Selangit harapan di damba
Dibelai, dimanja mesra
Kaulah racun, kau penawar
Senyuman dan tangisanmu
Pengubat duka dan lara
C/O
Engkau umpama sebutir permata
Diperlubukkan kasih nan bersinar, bercahaya
Hiasi rumahtangga
Engkau harapan seisi keluarga
Panjatan doa dan aimata
Yang pasrah kepada Yang Esa
Kepadamu tercurah
Kasih sayang dan pengorbanan
Agar terus gemilang
Dididik, diasuh tiap masa
Diajarkan ilmu yang berguna
Mengenal Allah dan Rasul
Menyemai, menyubur iman di dada
Dilayur segala kekerasan
Dilentur dengan kelembutan
Dititip seuntai madah
Hidupmu mula dan berakhir
Menyusur fitrah dan sunnah
Bernoktah di penghujungnya
C/O
Tiada yang lebih membahagiakan
Melihat dirimu kian membesar, dewasa
Di dalam sejahtera
Usah terpesona pujukan dunia
Yang hanya menyilau pandangan
Memukau dengan keindahannya
Nasihat ayah bonda
Agar engkau lebih bersedia
Untuk menghadapinya
Bersemi kelopak kasih sayang
Di persada cinta yang sejati
Titisan susu ibunda
Menyegarkan, menghapuskan dahaga
Renjisan keringat dari ayahanda
Menyubur pohon kehidupan
Tuaian sebidang tabah
Buatmu doa dan harapan
Jadilah insan yang mulia
Pembela di hari tua
C/O
Waktu bisa merubah segalanya
Dewasalah dalam rahmat dan kasih Ilahi
Redahi pancaroba
Andai langkahmu tersasar kesimpangan
Pulanglah ke laman ayah bonda
Kembali menghuni di tamannya
Bersamalah semula
Menghirup embunan kasih sayang
Sedingin airmata bonda
Engkaulah permata ayah bonda….
And Belaian Ibu..
Tertanam naluri keibuan amat mendalam
Di jiwa insan yang mendambakan kebahagiaan
Oh? ibu
Di bahumu tergalas beban
Perjalananmu penuh rintangan
Kau titipkan kasih sayang
Sejujur pengorbanan
Tak ku nafikan
Di saat kita berjauhan
Rasa ingin ku berlari
Mendakapimu penuh girang
Bak si kecil kehilangan
Kau insan penyayang
Betapa ku merindu
Lembutnya belaian ibu
Membuatku terlena
Di wajah terlukis tenang
Debar di dada kau rahsiakan
Ku pastikan dikau aman
Dikurnia sejahtera
Tak ku lupakan
Di saat kita berjauhan
Rasa ingin ku berlari
Mendakapimu penuh girang
Bak si kecil kehilangan
Tiada aku tanpa ibu
Hanya (kau) satu didunia
Bertakhta dikau dijiwaku
Kau lah ibu yang tercinta
Kau insan pengasih
Betapa aku mengharap
Hadirnya restumu ibu
Membawaku ke syurga
Bersemi belaian kasih sayang nan berpanjangan
Darimu insan yang mendoakan kebahagiaan anak-anakmu
Oh? Ibu
And what is wrong with asking for an apology from them from time to time with no obvious reason? Nothing wrong indeed..=)